Medrilzam, The Jakarta Post – Informal waste collectors bridge the gap between public waste management systems and the recycling industries in Indonesia, taking on the crucial role of collecting, sorting, and trading the waste material for recycling. This is not only reducing environmental pollution but also generating more income opportunities for the community, especially the poor. However, despite contributing more than 80% of the material to the recycling industry and therefore being a driving force towards a circular economy, the informal waste collectors are often marginalized in society, worsening their vulnerable situation. Read more...
The Unsung Heroes of Indonesia’s Waste Management
JAKARTA – Bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Bengkulu, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menandatangani Nota Kesepakatan …
Sistem pengelolaan sampah membuat timbulan sampah makanan dan plastik membeludak di TPA. Memicu pencemaran lingkungan Medrilzam, Koran Tempo – Pengelolaan sampah saat ini masih mengandalkan …
Kawasan hutan yang telah diberikan IUPHHK-HA dan IUPHHK-HT merupakan kawasan yang menjadi produsen utama kayu bulat di Indonesia. Hingga saat ini, kayu bulat masih menjadi komoditas komersial unggulan di Indonesia, meskipun telah banyak dorongan untuk turut memfokuskan daya jual dan pasar produk hasil hutan bukan kayu dan jasa ekosistem. Gambar 1 menunjukkan bahwa produksi kayu bulat dari tahun 2013-2020 dari hutan alam berada di bawah target tahunan, sedangkan produksi kayu bulat dari HTI berada di bawah target tahunan pada tahun 2013-2017 dan berada di atas target tahunan pada tahun 2018-2019[2]