Ekonomi Sirkular
Model ekonomi yang bertujuan untuk meminimalkan penggunaan sumber daya, mendesain suatu produk agar memiliki daya guna selama mungkin, dan mengembalikan sisa proses produksi dan konsumsi ke dalam rantai nilai.
Penerapan Ekonomi Sirkular merupakan ‘kendaraan’ dalam mengakselerasi implementasi PRKBI menuju Ekonomi Hijau
Prinsip Ekonomi Sirkular
Ekonomi Sirkular diterapkan melalui prinsip 9R, dimana penomoran 10 prinsip di dalam kerangka 9R menggambarkan tingkat sirkularitas dalam mendukung ekonomi sirkular, semakin kecil nomor R maka semakin tinggi nilai sirkularitasnya, dan semakin besar nomor R artinya semakin mendekati praktik ekonomi linear.
Model Bisnis Ekonomi Sirkular
Model bisnis sirkular membantu sebuah bisnis agar dapat mencapai kegiatan ekonomi yang lebih berkelanjutan dengan memaksimalkan pemanfaatan nilai sumber daya, siklus produksi, dan kapasitas aset material.
- Input material yang circular (Circular inputs)
- Model berbagi (Sharing)
- Jasa sebagai produk (Product-as-a-service)
- Perpanjangan umur produk (Product use/life extension)
- Pemulihan sumber daya (Resource recovery)
The Future is Circular : Langkah Nyata Inisiatif Ekonomi Sirkular di Indonesia
Berisi komitmen implementasi ekonomi sirkular di bawah payung pembangunan rendah karbon dan ekonomi hijau sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional
Manfaat Penerapan Ekonomi Sirkular di Indonesia
Trilliun Rupiah Potensi Peningkatan PDB pada 2030
Pengurangan Timbulan Sampah Pada Tahun 2030
Kontribusi Penurunan Emisi GRK (Ton CO2)
Terciptanya Lapangan Kerja Hijau Baru Pada Tahun 2030
75% total pekerja merupakan tenaga kerja perempuan
Ekonomi Sirkular
Sektor Prioritas Penerapan
Pemilihan sektor utama didasari oleh analisis potensi implementasi ekonomi sirkular di indonesia yang didorong oleh potensi ekonomi, potensi sirkularitas, dan tingkat dukungan pemangku kepentingan
Makanan dan Minuman
Sektor Makanan & Minuman menyumbang 9,3 persen dari total PDB pada 2019 dan merupakan sub-sektor terbesar dari sektor manufaktur
Tekstil
Sektor tekstil merupakan pendorong utama lapangan kerja dan ekspor Indonesia dan juga merupakan fokus penting dari strategi ekspor Pemerintah Indonesia di masa depan
Konstruksi
Infrastruktur menjadi tumpuan pembangunan perkotaan dan pedesaan, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan akses ke layanan publik
Retail (Plastik)
Pemerintah Indonesia memulai inisiatif untuk mengurangi limbah plastik dan beralih dari pendekatan daur ulang limbah yang terbentuk (end-of-pipe) ke model ekonomi sirkular
Elektronik
Sektor peralatan listrik dan elektronik (atau sektor elektronik) merupakan sektor dengan peluang besar untuk inisiatif ekonomi sirkular di Indonesia
Studi Kasus - Food Loss and Waste di Indonesia
Kajian Food Loss and Waste (FLW) di Indonesia dilakukan oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama dengan UK-FCDO, World Resources Institute (WRI) dan Waste4Change
Studi ini menemukan bahwa timbulan FLW Indonesia pada 2000 – 2019 adalah 23-48 juta ton/tahun atau setara dengan 115-184 kg/kapita/tahun. Dari sisi tahap rantai pasok, timbulan terbesar terjadi pada tahap konsumsi. Dari sisi sektor dan jenis pangan, timbulan terbesar terjadi pada subsektor tanaman pangan, yakni kategori padi-padian. Sementara itu, sektor pangan yang paling tidak efisien adalah tanaman hortikultura, tepatnya di kategori sayur-sayuran.
Dampak Timbulan FLW
Kerugian ekonomi akibat FLW
*setara dengan 4-5% PDB Indonesia
Total emisi GRK akibat FLW selama periode 2000-2020 (CO2-e)
Arah Kebijakan Pengelolaan FLW
Perubahan Perilaku dengan fokus pada pengembangan Lembaga Penyuluhan di daerah, peningkatan kapasitas pekerja pangan, serta edukasi kepada konsumen untuk meningkatkan perubahan perilaku.
Pembenahan Penunjang Sistem Pangan dengan mengembangkan korporasi petani dan nelayan serta menyediakan infrastruktur dan sarana prasarana yang mendukung efisiensi proses pangan.
Penguatan regulasi dan optimalisasi pendanaan dengan mengoptimalkan pendanaan tepat guna untuk perbaikan infrastruktur pangan, mengembangkan regulasi FLW di tingkat nasional dan regional, serta menguatkan koordinasi antar lembaga.
Pemanfaatan FLW dengan mendorong pengembangan platform penyaluran makanan, penanganan FLW yang mendukung ekonomi sirkular, dan pengembangan percontohan pemanfaatan FLW skala kota/kabupaten.
Pengembangan Kajian dan Pendataan FLW yang terintegrasi, baik pada level nasional maupun daerah.
Penerapan Ekonomi Sirkular
Update Terkini
Berita terkini mengenai topik pembangunan seputar ekonomi sirkular