Ringkasan Eksekutif – Proyeksi Iklim Atmosferik
Author: MINISTRY OF NATIONAL DEVELOPMENT PLANNING/BAPPENAS Category: PBI Published: 2018 Country: Indonesia Language: Indonesia More DetailsPerubahan iklim global telah menarik perhatian banyak kalangan termasuk para ilmuwan dan pemangku kebijakan. Perubahan iklim yang sekarang sedang terjadi perlu disikapi dengan memahami dasar-dasar ilmiah, apa yang terjadi, serta mengetahui penyebab dan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan. Selanjutnya diperlukan langkah-langkah adaptasi (penyesuaian) dan mitigasi (penanggulangan). Sebagai bentuk dukungan pemerintah Indonesia terhadap perubahan iklim, Indonesia berkontribusi dalam penyusunan National Communication Report melalui United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Dengan perkembangan isu perubahan iklim yang terjadi dalam skala global dan lokal Asia Tenggara, Indonesia kemudian mengeluarkan Third National Communication Report (TNC) pada tahun 2017. Dokumen ini menjadi acuan dalam penyusunan metode dalam memproyeksikan perubahan iklim di Indonesia pada saat ini. Selain itu, kajian mengenai dampak perubahan iklim di kawasan Asia Tenggara semakin mendalam dengan ketersediaan data proyeksi iklim beresolusi tinggi. Kondisi ini akan menghasilkan banyak publikasi ilmiah dengan tema perubahan iklim, dampak dan aspek-aspek lain yang terkait dengan kebijakan. Negara-negara di kawasan Asia Tenggara dapat memformulasikan strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berdasarkan bukti-bukti ilmiah menuju ketahanan iklim yang berkelanjutan demi mencapai Sustainable Development Goals (SDG). Proyeksi perubahan iklim di Indonesia menggunakan data observasi BMKG dengan penyempurnaan ensemble model yang dihasilkan dari kolaborasi penelitian di Asia Tenggara (CORDEX-SEA), kejadian ekstrim serta fokus pada kajian 7 pulau besar di Indonesia, yaitu Pulau Sumatera, Jawa-Madura-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara dan Papua. Di mana tujuannya antara lain untuk mendapatkan gambaran pola iklim Indonesia dan menghasilkan proyeksi iklim dengan periode 2020-2035 dan 2030-2045. Kajian ini selanjutnya digunakan sebagai input dalam analisis potensi bahaya khususnya pada sektor air, pertanian dan kesehatan