Policy Brief Kaji Ulang RAN API : Sektor Air
Author: MINISTRY OF NATIONAL DEVELOPMENT PLANNING/BAPPENAS Category: PBI Published: 2018 Country: Indonesia Language: Indonesia More DetailsAir merupakan kebutuhan dasar kehidupan manusia dan penentu kesejahteraan rakyat di Indonesia. Seiring dengan perencanaan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kebutuhan air semakin meningkat dan membahayakan pembangunan berkelanjutan. Dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI) mengedepankan ketahanan pangan dan memperkuat kebijakan air dan energi sebagai prasyarat untuk pelaksanaannya. Perencanaan pembangunan yang mempertimbangkan perubahan iklim di sektor air dapat digambarkan melalui ketahanan air (water security) sehingga dapat membantu dalam membuat dasar kebijakan perencanaan, pengelolaan dan pengembangan sumber daya air termasuk investasi nilai ekonomi di masa mendatang. Menurut ADB (2016), komunitas atau masyarakat merasakan ketahanan air ketika mereka mampu mengelola dan menggunakan air untuk (a) kebutuhan air bersih untuk rumah tangga dan sanitasi, (b) mendukung produktivitas ekonomi untuk pertanian, industri dan energi, (c) kota dan desa yang nyaman untuk kehidupan, (d) ekosistem yang sehat dan (e) komunitas yang tahan dalam menghadapi perubahan. Kelima hal tersebut dapat digambarkan dalam 5 dimensi ketahanan yaitu (a) ketahanan rumah tangga, (b) ketahanan ekonomi, (c) ketahanan perkotaan, (d) ketahanan lingkungan dan (e) ketahanan terhadap bencana terkait air. Bencana pada sektor air terdiri atas penurunan ketersediaan air (water shortage), kekeringan (drought) dan banjir (flood) yang dapat mempengaruhi capaian ketahanan air dengan batas lingkup kajian adalah wilayah pulau yang terdiri atas beberapa provinsi. Kerangka analisis untuk menjelaskan ketiga bencana tersebut antara lain dengan menggunakan neraca keseimbangan air (water balance) yang memberikan gambaran adanya (a) pengaruh iklim seperti curah hujan dan suhu baik pada kondisi baseline (1995-2010) maupun proyeksi (2020-2034 dan 2030-2045) serta (b) pengaruh non-iklim seperti kondisi tata guna lahan (landuse), geologi dan DEM (Digital Elevation Model). Kedua faktor yang memberikan pengaruh tersebut digunakan untuk melakukan perhitungan aliran air permukaan langsung (direct run-off) aliran dasar (base flow) dan total aliran permukaan (total run off) dengan menggunakan pendekatan statistik. Bencana pada sektor air ini dapat mempengaruhi ketahanan air nasional. Penurunan ketersediaan air dapat mengganggu pencapaian target pemenuhan kebutuhan air untuk rumah tangga (household water security). Oleh karena itu, penggunaan data iklim memberikan gambaran kebencanaan terkait sektor air di masa mendatang dengan pendekatan statistik yang kemudian dapat menggambarkan gangguan (disturbance). Dalam pemodelan penurunan ketersediaan air digunakan data curah hujan tahunan.