Ekonomi Hijau
Ekonomi hijau merupakan pendekatan pembangunan yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan, melalui penguatan investasi, infrastruktur, lapangan kerja, dan pengembangan keterampilan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Ekonomi Hijau Dalam Perencanaan Pembangunan
From Brown To
Green Economy
Transformasi menuju Ekonomi Hijau berarti meninggalkan praktik ekonomi konvensional atau yang disebut “brown-based economy”. Brown-based economy merupakan praktik ekonomi yang tidak memprioritaskan kelestarian lingkungan dan inklusi sosial. Transformasi Ekonomi Hijau berarti menerapkan paradigma dengan konsep baru untuk memastikan bahwa tidak ada lagi trade-off antara pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Ekonomi hijau menjadi salah satu pilar utama dalam arah pembangunan Indonesia menuju 2045. Dalam RPJPN 2025–2045, ekonomi hijau diposisikan sebagai instrumen strategis untuk mengintegrasikan pengurangan emisi, pertumbuhan ekonomi, dan pengentasan kemiskinan secara simultan. Prioritas ini juga diperkuat dalam RPJMN 2025–2029 melalui Asta Cita, yang menempatkan ekonomi hijau sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian bangsa
Prinsip Ekonomi Hijau
01
Keberlanjutan Alam dan Ekologi
- Melindungi, memulihkan, dan berinvestasi dalam keanekaragaman hayati, ekosistem, serta sumber daya alam.
- Mengadopsi pendekatan rendah karbon dan efisiensi sumber daya.
- Mendorong pola hidup berkelanjutan melalui konsumsi dan produksi yang efisien.
02
Pertumbuhan Inklusif dan Berkeadilan
- Mengembangkan ekonomi yang tahan terhadap tantangan global, perubahan iklim, dan risiko lingkungan.
- Meningkatkan kapasitas adaptasi masyarakat dan institusi terhadap perubahan ekologi dan sosial
03
Pembangunan Tangguh dan Adaptif
- Mendukung pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, dan perlindungan sosial yang inklusif.
- Menciptakan lapangan kerja hijau yang layak dan inklusif bagi seluruh kelompok masyarakat.
- Mendorong partisipasi kelompok rentan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.
- Memperluas akses yang setara terhadap peluang ekonomi, teknologi, dan sumber daya.
03
Inovasi yang Berdaya Saing
- Mendorong inovasi berbasis lokal dan pengembangan produk dalam negeri, serta meningkatkan penggunaan teknologi ramah lingkungan dan pengambilan keputusan berbasis data untuk efisiensi dan keberlanjutan.
- Mendorong pengembangan sumberdaya IPTEK dalam menghasilkan inovasi produk dalam negeri berdaya saing global.
- Memfasilitasi pendidikan, pengembangan keterampilan, dan inovasi untuk mendukung transformasi ekonomi hijau.
Program Prioritas Dalam Kebijakan Ekonomi Hijau
Penciptaan Green Jobs dan Green Investment
Menciptakan ruang kerja baru (green jobs) dan investasi baru (green investment)
Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim
Mendorong pertumbuhan ekonomi yang rendah karbon
Peningkatan Ekosistem Ekonomi Sirkular
Meningkatkan daya dukung sumber daya alam dan lingkungan hidup
Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Mauris mattis sollicitudin nulla at dignissim.
Peningkatan Kualitas Lingkungan dan Perencanaan Ruang
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Mauris mattis sollicitudin nulla at dignissim.
Pengelolaan Keanekaragaman Hayati
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Mauris mattis sollicitudin nulla at dignissim.
Pengelolaan Hutan Lestari;
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Mauris mattis sollicitudin nulla at dignissim.
Potensi Transformasi Ekonomi Hijau & Game Changers
Perkebunan dan Pertanian
Potensi Pengembangan
- Peningkatan produktivitas dan ketahanan iklim
- Mengurangi 166 kg/kapita/tahun sisa dan susut pangan
Game Changer
- E-farming
- Climate smart seed
- Regenerative agriculture
- Sistem Ketelusuran
Kehutanan
Potensi Pengembangan
- Pengembangan bioekonomi hutan
- 16,7 juta tCO2e/tahun penyerapan karbon
Game Changer
- Pengelolaan Hutan Lestari
- Bioprospeksi SDH
- Biodiversity Credit
- Peningkatan kualitas ekosistem gambut
- Perhutanan sosial untuk ketahanan pangan
Perikanan dan Kelautan
Potensi Pengembangan
- 105jt CO2e serapan karbon
- Penyerapan hingga 3,4 GT atau 17% total karbon dunia
Game Changer
- Pemantauan ikan terpadu berbasis satelit
- Sustainable aquaculture
- Blue carbon
- Pangan akuatik dan ekowisata
Manufaktur
Potensi Pengembangan
- Ekspor produk hijau senilai US$5 miliar (tertinggi tahun 2022)
- 667.425 - 778.651 pekerjaan hijau (2029)
Game Changer
- Hilirisasi produk hijau
- Dekarbonisasi Industri, Manufaktur Rendah Karbon
- Penurunan Konsumsi BPO dan HFC
- NEK
Energi
Potensi Pengembangan
- 358 juta tCO2e (2030) Penurunan Emisi GRK
Game Changer
- CCS/CCUS
- Smart City
Konstruksi
Potensi Pengembangan
- 2,7 juta Green Jobs
- Dampak ekonomi hingga Rp172,5 Triliun dari ekonomi sirkular
- Program 3 Juta Rumah sampai 2029
Game Changer
- Biofuel
- PLT EBT
- Produk Efisiensi Energi di Bangunan Hijau
- Building Information Modelling
- Material ramah lingkungan
- Sertifikasi Bangunan Hijau
Transportasi
Potensi Pengembangan
- 100 juta tCO2e (2050) Penurunan Emisi GRK: 30% listrik, 46% biofuel
- 1,1 juta Green Jobs
Game Changer
- Elektrifikasi antarmoda
- Sustainable fuels
- Skenario ASI
- Transport Massal Rendah Emisi
Air dan Limbah
Potensi Pengembangan
- Rp408,7 triliun potensi ekonomi dari sektor pangan, retail, dan tekstil (2030)
- 443.262 - 482.656 pekerjaan hijau (2029)
Game Changer
- IPAL Tersentralisasi
- WTP & WTE
- LFG Recovery
- Digitalisasi Jaringan Air
Perkebunan dan Pertanian
Potensi Pengembangan
- Peningkatan produktivitas dan ketahanan iklim
- Mengurangi 166 kg/kapita/tahun sisa dan susut pangan
Game Changer
- E-farming
- Climate smart seed
- Regenerative agriculture
- Sistem Ketelusuran
Kehutanan
Potensi Pengembangan
- Pengembangan bioekonomi hutan
- 16,7 juta tCO2e/tahun penyerapan karbon
Game Changer
- Pengelolaan Hutan Lestari
- Bioprospeksi SDH
- Biodiversity Credit
- Peningkatan kualitas ekosistem gambut
- Perhutanan sosial untuk ketahanan pangan
Perikanan dan Kelautan
Potensi Pengembangan
- 105jt CO2e serapan karbon
- Penyerapan hingga 3,4 GT atau 17% total karbon dunia
Game Changer
- Pemantauan ikan terpadu berbasis satelit
- Sustainable aquaculture
- Blue carbon
- Pangan akuatik dan ekowisata
Manufaktur
Potensi Pengembangan
- Ekspor produk hijau senilai US$5 miliar (tertinggi tahun 2022)
- 667.425 - 778.651 pekerjaan hijau (2029)
Game Changer
- Hilirisasi produk hijau
- Dekarbonisasi Industri, Manufaktur Rendah Karbon
- Penurunan Konsumsi BPO dan HFC
- NEK
Energi
Potensi Pengembangan
- 358 juta tCO2e (2030) Penurunan Emisi GRK
Game Changer
- CCS/CCUS
- Smart City
Konstruksi
Potensi Pengembangan
- 2,7 juta Green Jobs
- Dampak ekonomi hingga Rp172,5 Triliun dari ekonomi sirkular
- Program 3 Juta Rumah sampai 2029
Game Changer
- Biofuel
- PLT EBT
- Produk Efisiensi Energi di Bangunan Hijau
- Building Information Modelling
- Material ramah lingkungan
- Sertifikasi Bangunan Hijau
Transportasi
Potensi Pengembangan
- 100 juta tCO2e (2050) Penurunan Emisi GRK: 30% listrik, 46% biofuel
- 1,1 juta Green Jobs
Game Changer
- Elektrifikasi antarmoda
- Sustainable fuels
- Skenario ASI
- Transport Massal Rendah Emisi
Air dan Limbah
Potensi Pengembangan
- Rp408,7 triliun potensi ekonomi dari sektor pangan, retail, dan tekstil (2030)
- 443.262 - 482.656 pekerjaan hijau (2029)
Game Changer
- IPAL Tersentralisasi
- WTP & WTE
- LFG Recovery
- Digitalisasi Jaringan Air
Manfaat dan Dampak
Penerapan ekonomi hijau berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru untuk mendorong ekonomi hingga 8% dan keluar dari middle income trap sebelum 2045. Secara global, ekonomi hijau dapat menghasilkan manfaat hingga US$45 triliun, menciptakan 85 juta lapangan kerja, serta meningkatkan PDB dalam skenario 1,5°C. Di Indonesia, pendekatan ini juga membuka peluang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat
Peningkatan Pertumbuhan PDB Per Tahun
Ton CO2e Pengurangan emisi secara kumulatif
Penurunan Intensitas Emisi pada 2045
*menuju emisi nol bersih di 2060
Pendapatan Nasional Bruto (GNI) pada 2045
USD/kapita
Tambahan lapangan pekerjaan dalam sektor hijau pada 2045
Ribu Jiwa Terselamatkan dari pengurangan polusi udara di 2045
US$ triliun/tahun untuk valuasi jasa ekosistem dengan Restorasi ekosistem
Penambahan kualitas tutupan mangrove
Penambahan luas tutupan hutan
Penerapan Ekonomi Hijau Dalam Pembangunan
Ekonomi hijau merupakan kerangka payung pembangunan berkelanjutan yang mencakup bioekonomi dan ekonomi biru sebagai dua pendekatan utama yang saling melengkapi. Bioekonomi berfokus pada peningkatan nilai tambah melalui inovasi dan teknologi di berbagai sektor, sementara ekonomi biru menekankan pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan dan efisien. Integrasi keduanya menjadi kunci untuk memastikan pembangunan tidak hanya berorientasi pada eksploitasi sumber daya, tetapi juga selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Untuk memastikan keberhasilan transformasi tersebut, Bappenas telah mengembangkan kerangka kerja kontekstual melalui Indeks Ekonomi Hijau, yaitu indikator yang nyata, representatif, dan akurat untuk mengukur capaian serta progres pembangunan. Indeks ini terdiri dari 15 indikator multidimensi yang mencakup tiga pilar utama, yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi, serta telah ditetapkan sebagai salah satu indikator utama pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029.
- Indeks Ekonomi Hijau dalam RPJMN 2025 - 2029
0.44
68.34
71.80
74.51
76.46
77.20
- Capaian Indeks Ekonomi Hijau Nasional
- Nilai IEH tahun 2024 sebesar 61,46 dalam kategori baik. Nilai tersebut terdiri dari skor pilar sosial sebesar 68,80, pilar ekonomi sebesar 61,50 dan pilar lingkungan sebesar 55,53 dimana ketiganya berada dalam kategori baik.
- Secara keseluruhan, selama periode 2011–2024 skor IEH Nasional meningkat sebesar 14,55 poin, dari 46,91 menjadi 61,46 yang menunjukkan kemajuan bertahap. Rerata pertumbuhan IEH 2011-2024 adalah sebesar 2,1% per tahun. Meskipun terdapat beberapa periode kontraksi tahunan, tren jangka panjang tetap menunjukkan perbaikan struktural dalam kinerja ekonomi hijau nasional, dengan fase akselerasi yang terutama terlihat pada periode 2016 dan 2020.
- Berdasarkan nilai capaian IEH pada 2024 sebesar 61,46, masih terdapat kesenjangan yang tinggi dan diperlukan upaya yang cukup besar (9,34 poin) dalam rangka mencapai target Indeks Ekonomi Hijau sebesar 70,80 di tahun 2025 sebagaimana telah dicantumkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
- Indikator pilar ekonomi mengalami peningkatan paling progresif, terutama untuk penurunan angka kemiskinan.
- Pilar lingkungan memiliki indeks komposit terendah, sebagian besar disebabkan oleh rendahnya porsi EBT dan tingginya persentase lahan gambut terdegradasi.
- Capaian Indeks Ekonomi Hijau Provinsi
Nilai GEI Tahun 2023
- Nilai indeks untuk 34 provinsi pada periode tahun 2015-2023 berada dalam rentang 47.57 - 72.09 (kategori Sedang Tier 1 hingga Baik Tier 2)
- 37 provinsi menunjukan tren indeks yang meningkat berdasarkan rata-rata perkembangan indeks tiap provinsi secara yoy (rentang -0,4% hingga 5,8%)
- Secara umum, masih diperlukan sejumlah intervensi yang lebih mendukung dan masif pada sektor-sektor prioritas seperti energi, pertanian, dan investasi. Selain itu, pelestarian lingkungan (termasuk lahan, gambut, dan kualitas air) dan penanggulangan kemiskinan juga menjadi isu penting, khususnya di beberapa provinsi.
Rencana Ke Depan
Dalam rangka memperkuat capaian nasional dan memastikan ketercapaian target jangka mengeah dan jamgka panjang nasioanl
Sebagai tindak lanjut dan upaya operasionalisasi Grand Design dimaksud, akan disusun Peta Jalan Ekonomi Hijau untuk mengimplementasikan arah kebijakan ekonomi hijau dalam RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029, serta menjadi acuan lintas K/L, pemerintah daerah, dan aktor non-pemerintah pada jangka menengah dan panjang. Dokumen ini akan memuat antara lain aksi strategis dari 8 sektor prioritas, rincian dari enabling conditions, dan prosedur monitoring dan evaluasi.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Mauris mattis sollicitudin nulla at dignissim.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Mauris mattis sollicitudin nulla at dignissim.
Penerapan Ekonomi Hijau
Update Terkini
Berita terkini mengenai topik pembangunan seputar ekonomi hijau
Mitra Pembangunan
Perbaikan kondisi kelembagaan untuk transformasi menuju ekonomi hijau di Indonesia pada tingkat nasional dan provinsi