Kaji Ulang RAN API: Kajian Basis Ilmiah Bahaya Perubahan Iklim
Author: MINISTRY OF NATIONAL DEVELOPMENT PLANNING/BAPPENAS Category: PBI Published: 2018 Country: Indonesia Language: Indonesia More DetailsSebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia merupakan salah satu negara paling rentan terhadap dampak negatif perubahan iklim. Ancaman paling besar di Indonesia adalah peningkatan suhu permukaan laut, perubahan intensitas dan pola curah hujan, dan peningkatan permukaan air laut (RAN API 2014). Berdasarkan data kebencanaan BNPB pada tahun 2016, bencana yang sering terjadi di Indonesia adalah bencana hydrometeorology seperti bencana banjir dan kekeringan. Perubahan iklim yang menyebabkan perubahan tinggi gelombang serta memicu terjadinya badai atau gelombang ekstrem berpotensi menimbulkan bahaya (hazard) pada sektor kelautan terutama bahaya yang berkaitan dengan keselamatan pelayaran. Dampak-dampak tersebut menjadi tantangan dalam pembangunan pada aspek lingkungan, sosial dan ekonomi secara berkelanjutan, serta dalam pencapaian tujuan pembangunan Indonesia. Sebagai bentuk kontribusi pemerintah, Kementerian PPN/Bappenas melalui Sekretariat RAN API menyusun kajian bahaya perubahan iklim di sektor kelautan. Dari hasil kajian ini, Indonesia menghadapi perluasan jalur pelayaran yang berbahaya karena meningkatnya tinggi gelombang dan semakin terisolirnya pulau-pulau kecil yang banyak tersebar di wilayah timur. Selain itu, cuaca buruk juga akan menurunkan frekuensi penyebrangan antar pulau dan meningkatkan konsumsi bahan bakar. Hasil kajian ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan manajemen risiko dan pemahaman dampak perubahan iklim, sehingga strategi dan desain kebijakan dapat diimplementasikan secara tepat. Salah satu langkah untuk mencapai hal tersebut adalah menjadikan hasil kajian ini sebagai masukan dalam penyusunan Background Study RPJMN 2020-2024. Dengan demikian, diharapkan Kementerian/Lembaga terkait dapat menjadikan pedoman dalam implementasi program dan kegiatannya agar sesuai dengan perencanaan pembangunan yang berkelanjutan di sektor kelautan