Ringkasan Eksekutuf Kaji Ulang RAN API : Rekonstruksi Dan Proyeksi Iklim Laut
Author: MINISTRY OF NATIONAL DEVELOPMENT PLANNING/BAPPENAS Category: PBI Published: 2018 Country: Indonesia Language: Indonesia More DetailsPeningkatan suhu atmosfir dan lautan menyebabkan penipisan dan berkurangnya lapisan es dan salju serta menaikkan tinggi permukaan laut (sea level) sebagai konsekuensi dari meningkatnya gas rumah kaca. Pemanasan dari sistem iklim adalah sebuah kepastian. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa banyak perubahan yang terjadi sejak tahun 1950-an, adalah perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya selama beberapa dekade sampai ribuan tahun. Dampak dan konsekuensi dari perubahan sistem iklim ini berpengaruh secara langsung terhadap kenaikan tinggi permukaan laut, terutama di daerah pesisir yang juga dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berinteraksi satu sama lain, seperti pasang surut, subsidens dan gelombang ekstrim. Rencana adaptasi merupakan kebutuhan yang mendesak akibat kenaikan risiko akibat perubahan iklim. Beradaptasi dengan perubahan yang mungkin terjadi dimasa depan akan membutuhkan rencana aksi pengembangan wilayah pesisir sedini dan secepat mungkin (misalnya perencanaan pesisir dan mitigasi bahaya) berdasarkan studi ilmiah. Oleh karena itu, publikasi hasil penelitian tentang bahaya, kerentanan dan risiko perubahan iklim melalui portal geodata sangat penting dalam situasi di mana keputusan kebijakan harus diambil berdasarkan informasi dan kajian ilmiah. Kenaikan permukaan laut akibat pemanasan global akan membawa konsekuensi yang tak terelakkan. Pola arus musiman mungkin akan terpengaruh dengan perubahan tingkat sea level rise, misalnya karena kenaikan tinggi muka laut (TML) di Samudera Pasifik lebih tinggi dibandingkan dengan di Samudera Hindia. Dengan demikian, kenaikan TML yang cepat tidak hanya berpengaruh terhadap pola arus, tetapi juga memperkuat erosi, perubahan garis pantai, dan pengurangan lahan basah di wilayah pesisir. Ekosistem lahan basah di wilayah pesisir mungkin akan mengalami kerusakan yang signifikan, jika kenaikan TML melebihi batas maksimum kapasitas adaptasi dari ekosistem pesisir. Selain itu, kenaikan muka air laut juga meningkatkan tingkat intrusi air laut ke dalam lingkungan pesisir. Kenaikan gas rumah kaca akibat proses antropogenik sejak era industrialisasi tidak hanya menyebabkan naiknya temperatur global, tetapi mungkin juga akan menghasilkan kenaikan TML yang dinamis. Kenaikan TML merupakan potensi dampak yang paling serius dari pemanasan global dan perubahan iklim. Lebih lanjut, proyeksi kenaikan TML mempunyai ketidakpastian yang sedang sampai tinggi, akibat dinamika perubahan lapisan es dan gletser serta pada perubahan penyerapan panas oleh permukaan laut yang belum dipahami dengan baik(Vermeer dan Rahmstorf, 2009).