Ekonomi Hijau (Green Economy)
Model pembangunan ekonomi yang menunjang pembangunan berkelanjutan melalui penciptaan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan tetap mendorong kesejahteraan sosial dan menjaga kualitas dan daya dukung lingkungan.
Ekonomi Hijau merupakan salah satu strategi dari enam (6) Strategi Transformasi Ekonomi.
Konsep Ekonomi Hijau
From Brown To
Green Economy
Transformasi menuju Ekonomi Hijau berarti meninggalkan praktik ekonomi konvensional atau yang disebut “brown-based economy”. Brown-based economy merupakan praktik ekonomi yang tidak memprioritaskan kelestarian lingkungan dan inklusi sosial. Model ekonomi ini masih mendorong aktivitas yang sangat bergantung pada bahan bakar fosil yang menghasilkan emisi GRK, polusi udara dan limbah dalam jumlah yang signifikan, serta menyebabkan penurunan kualitas ekologi akibat eksploitasi berlebihan.
Sementara itu, transformasi Ekonomi Hijau berarti menerapkan paradigma dengan konsep baru untuk memastikan bahwa tidak ada lagi trade-off antara pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Aspek Kunci dan Ruang Lingkup Green Economy
Penciptaan Green Jobs dan Green Investment
Menciptakan ruang kerja baru (green jobs) dan investasi baru (green investment)
Pertumbuhan Ekonomi Rendah Karbon
Mendorong pertumbuhan ekonomi yang rendah karbon
Peningkatan Daya Dukung
Meningkatkan daya dukung sumber daya alam dan lingkungan hidup
Hasil Pemodelan Ekonomi Hijau
Menurut hasil pemodelan yang telah dilakukan Kementerin PPN/Bappenas, transformasi Ekonomi Hijau akan memberikan banyak manfaat dan memampukan Indonesia untuk mencapai target Net-Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat. Hasil simulasi Kementerian PPN/Bappenas menunjukan bahwa praktik Ekonomi Hijau melalui Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahan Iklim dapat membawa sejumlah keuntungan, antara lain:
Peningkatan Pertumbuhan PDB
Ton CO2e Pengurangan emisi selama 2021-2060
Penurunan Intensitas Emisi pada 2045
Pendapatan Nasional Bruto (PNB) pada 2045
*13.890-14.975 USD/kapita
Tambahan lapangan pekerjaan dalam sektor hijau pada 2030
Terselamatkan dari pengurangan polusi udara di 2045
Hutan primer terlindungi pada 2060
Penambahan luas hutan mangrove pada 2060
Penambahan luas tutupan hutan pada tahun 2060
Menuju Masa Depan Ekonomi Hijau
Green Economy Index (GEI)
Untuk memastikan keberhasilan transformasi Ekonomi Hijau Indonesia, maka Bappenas telah membuat kerangka kerja kontekstual dengan indikator yang nyata, representatif, dan akurat untuk mengukur capaian dan progres Ekonomi Hijau yang disebut Green Economy Indeks atau Indeks Ekonomi Hijau. Indeks Ekonomi Hijau pertama di Indonesia terdiri dari 15 indikator multidimensi yang mencakup tiga pilar utama pembangunan berkelanjutan: lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Performa Ekonomi Hijau di Indonesia
Penerapan Ekonomi Hijau
Update Terkini
Berita terkini mengenai topik pembangunan seputar ekonomi hijau