Pembangunan Berketahanan Iklim (PBI)
Pembangunan Berketahanan Iklim (PBI) diimplementasikan untuk menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, lingkungan akibat risiko dan dampak perubahan iklim. Didefinisikan sebagai tindakan antisipatif yang terencana maupun spontan untuk mengurangi nilai potensi kerugian akibat ancaman bahaya, kerentanan, dampak, dan risiko perubahan iklim terhadap kehidupan masyarakat di wilayah terdampak perubahan iklim
Sektor Prioritas
Pembangunan Berketahanan Iklim
Sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kerentanan, dampak, dan risiko iklim nasional, maka perencanaan PBI difokuskan pada 4 (empat) sektor prioritas yang berkontribusi besar terhadap pendapatan sektor PDB
Sektor Air
Pemenuhan suplai air bersih dan mitigasi daya rusak air dari potensi bencana iklim
Sektor Kesehatan
Peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan dalam kerangka peningkatan kesehatan masyarakat dan lingkungan
Sektor Kelautan dan Pesisir
Perlindungan wilayah pesisir dan peningkatan keselamatan pelayaran
Sektor Pertanian
Penerapan pertanian berketahanan iklim untuk mempertahankan produksi pangan
Target Utama Pembangunan Berketahanan Iklim
Penurunan Potensi Kehilangan PDB
Pada sektor yang terdampak bahaya iklim pada tahun 2024
Lokasi Prioritas
Indonesia dengan luas wilayah sekitar 1,92 juta km2 dan terdiri dari 16.056 pulau (BPS, 2020) sebagian besar wilayah Indonesia ini terdampak oleh adanya perubahan iklim, sehingga diperlukan intervensi yang tepat pada lokasi-lokasi tertentu. Penetapan lokasi prioritas pada Kabupaten/Kota dengan menggunakan basis ilmiah dan mengacu pada hasil proyeksi iklim 2020-2045
Aksi Ketahanan Iklim Terlaksana
Merupakan rangkuman jumlah aksi ketahananiklim dari periode 2020 – 2021
Total kerugian ekonomi akibat bahaya iklim yang dapat dihindari
Berdasarkan pelaporan dan perhitungan aksi ketahanan iklim di AKSARA
Penerapan PBI
Update Terkini
Berita terkini mengenai topik pembangunan seputar pembangunan berketahanan iklim