Potensi penurunan emisi GRK sektor energi selama periode 2010–2024 menunjukkan tren peningkatan yang sangat kuat dan progresif. Pada tahun 2010, capaian penurunan emisi masih relatif rendah yaitu sebesar 1.810,09 ton CO₂e. Angka ini meningkat tajam menjadi 6.496,97 ton CO₂e pada 2011 dan kembali melonjak lebih dari dua kali lipat pada 2012 menjadi 15.261,77 ton CO₂e. Tren kenaikan berlanjut pada 2013 sebesar 18.986,52 ton CO₂e dan 21.009,86 ton CO₂e pada 2014.
Memasuki periode 2015–2018, pertumbuhan semakin konsisten, masing-masing mencapai 31.781,99 ton CO₂e pada 2015, 41.693,58 ton CO₂e pada 2016, 53.942,29 ton CO₂e pada 2017, dan 62.285,72 ton CO₂e pada 2018. Pada 2019 terjadi lonjakan signifikan menjadi 85.234,65 ton CO₂e. Meskipun sempat mengalami sedikit penurunan pada 2020 menjadi 84.591,38 ton CO₂e, tren kembali meningkat pada 2021 sebesar 101.518,84 ton CO₂e dan terus tumbuh menjadi 133.789,92 ton CO₂e pada 2022.
Peningkatan yang semakin kuat terlihat pada dua tahun terakhir, dengan capaian 166.603,41 ton CO₂e pada 2023 dan mencapai nilai tertinggi sepanjang periode pengamatan pada 2024 sebesar 182.094,10 ton CO₂e.
Secara keseluruhan, dalam kurun waktu 15 tahun, potensi penurunan emisi sektor energi meningkat sekitar 9.960% dibandingkan tahun 2010, atau setara dengan lebih dari 100 kali lipat capaian awal. Rata-rata pertumbuhan tahunan (YoY) selama periode tersebut berada pada kisaran sekitar 40–45% per tahun, meskipun laju pertumbuhan cenderung lebih tinggi pada fase awal dan mulai lebih stabil dalam lima tahun terakhir. Hal ini menunjukkan adanya penguatan kebijakan dan implementasi aksi mitigasi di sektor energi yang semakin masif dan terstruktur dari waktu ke waktu.