Bahasa IndonesiaEnglish
Bahasa IndonesiaEnglish
Penerapan Ekonomi Hijau

Sektor Kelautan dan Pesisir

Pendekatan pembangunan rendah karbon pada sektor kelautan dan pesisir yang bertujuan menurunkan emisi sekaligus meningkatkan serapan dan simpanan karbon melalui perlindungan dan rehabilitasi ekosistem karbon biru serta transformasi kegiatan kelautan dan perikanan menuju ekonomi biru rendah emisi.

Informasi Sektor

Intervensi sektor kelautan dan pesisir dilaksanakan pada wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, kawasan konservasi perairan, area mangrove, dan padang lamun. Highlight pelaksanaannya mencakup rehabilitasi mangrove, perlindungan dan rehabilitasi lamun, penguatan tata kelola karbon biru, serta pengembangan pendanaan berkelanjutan untuk mendukung ekonomi biru rendah emisi. Pelaksanaan sektor ini juga memerlukan sinergi lintas kementerian/lembaga dan keterlibatan masyarakat pesisir agar manfaat ekologis dan ekonomi dapat berjalan bersamaan.

Arah Kebijakan

Dalam RPJMN 2025–2029, sektor karbon biru menjadi bagian dari Program Prioritas 19: Pembangunan Rendah Karbon, khususnya pada KP 03: Peningkatan cadangan karbon di ekosistem karbon biru. Pada level RO, target kebijakan sektor ini meliputi:

RO 01: Rehabilitasi Mangrove
RO 02: Rehabilitasi Lamun

Target Kebijakan

Target Sektor

3.2 Juta Ha
Luasan Ekosistem Mangrove
*Potensi Karbon Biru Nasional
49.097 Hektar
Target Rehabilitasi Mangrove
*Periode 2025 - 2029
20.9 GgCO2e
Capaian Penurunan Emisi (2023)
*Sektor Blue Carbon

Baseline

Indonesia memiliki ekosistem karbon biru yang besar, dengan luas mangrove sekitar 3,2 juta ha dan padang lamun sekitar 150.693,16 ha, sehingga sektor kelautan dan pesisir menjadi penting dalam pembangunan rendah karbon. Pada periode 2025–2029, target kebijakan sektor ini mencakup rehabilitasi mangrove seluas 49.097 ha, penurunan laju deforestasi mangrove dari 21.808 menjadi 18.420 ha per tahun, serta penurunan emisi GRK dari aktivitas rehabilitasi mangrove dan pengendalian deforestasi sebesar 8,61–13,37 juta ton CO₂e. Dalam matriks RPJMN 2025–2029, indikator reduksi emisi GRK sektor kelautan pesisir juga ditargetkan meningkat dari baseline 10,80 juta ton CO₂ (2024)menjadi 14,15 juta ton CO₂ pada 2025 dan 49,16 juta ton CO₂ pada 2029.

Capaian

Potensi capaian penurunan emisi GRK sektor pesisir/blue carbon pada 2023 sebesar 20.965,88 GgCO₂e. Capaian ini tetap didukung oleh kebijakan RPJMN 2025–2029 melalui KP 03 Peningkatan Cadangan Karbon di Ekosistem Karbon Biru, khususnya rehabilitasi mangrove dan rehabilitasi lamun.

Rencana Kedepan

Periode 2025–2029 merupakan fase penguatan fondasi dan tata kelola untuk mendukung transisi pembangunan rendah karbon sektor kelautan dan pesisir. Ke depan, prioritas utamanya adalah memperkuat rehabilitasi mangrove, perlindungan dan restorasi padang lamun, pembaruan basis data emisi dan serapan karbon biru, penguatan inventarisasi emisi dari industri kelautan dan perikanan, serta pengembangan skema pendanaan berkelanjutan dan ekonomi biru berbasis masyarakat. Pada fase berikutnya, arah kebijakan bergerak menuju pencapaian Mangrove Net Sink, perlindungan lamun, dan implementasi model industri perikanan rendah karbon secara nasional, lalu diperkuat menjadi ekonomi biru yang lebih matang dan pada akhirnya menempatkan Indonesia sebagai global leader dalam ekonomi biru pada 2045. Dengan arah ini, sektor kelautan dan pesisir diharapkan tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang rendah emisi, tangguh, dan berkelanjutan.

Penerapan PRK

Update Terkini

Berita terkini mengenai topik pembangunan seputar pembangunan rendah karbon

Mitra Pembangunan

Alamat

Gedung Lippo Kuningan 15th Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav.B-12, Jakarta 12940

Kontak

©2023 Low Carbon Development Indonesia

to top